BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian pencemaran
Pencemaran
(polusi) adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga
menurunkan mutu lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi
dalam lingkungan hidup mengalami perubahn sehingga keeimbangan dalam hal
struktur maupun fungsinya terganggu.
Maka
pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi dalam lingkungan
yang disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan proses
fungsi-fungsi alam dan hasil lingkungan yang tidak diinginkan yang berdampak
pada kesehatan.
1.
Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran
Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing
atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh
kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang
atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara
mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan,
ekosistem yang berkaitan dengan manusia
2.
Pencemaran suara
Pencemaran suara
adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang
menggangu ketentraman makhluk hidup di sekitarnya. Standar polusi suara tidak
dapat ditentukan oleh suatu tertentu, selama dianggap mengganggu, suara
tersebut dapat dikategorikan ke dalam polusi suara. Pencemaran suara
biasanya diukur dalam suatu desibel.
B.
Macam-macam
pencemaran udara dan suara
1.
Macam-macam pencemaran udara
Pencemar udara
dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Pencemar primer
adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran
udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena
ia merupakan hasil dari pembakaran.
b. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar
yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari
pencemaran udara sekunder.
2. Macam-macam
pencemaran suara menurut bahan pencemarannya
a. Pencemaran
kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa zat
radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida,
detergen, dan minyak.
b. Pencemaran
biologi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa
mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella
thyposa.
c. Pencemaran
fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa kaleng-kaleng,
botol, plastik, dan karet.
C.
Jenis-jenis
pencemaran udara dan suara
1.
Jenis – Jenis Pencemaran Udara
Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi polusi gs
dan partikulat:
Polusi udara dalam Bentuk Gas
Karbon Dioksida
(CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil pembakaran menghasilkan
gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini menimbulkan efek sistematik,
karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi
oksigenasi jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat
menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berpikir,
gerakan otot, gangguan jantung.
Gas belerang oksida misalnya
belerang dioksida (SO2), dihasilkan oleh batu bara, bahan bakar minyak yang
mengandung sulfur, pembakaran limbah pertanah, dan proses dalam industri.
Dampak: efek iritasi pada saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk dan
sesak napas
c)
Nitrogen dioksida (NO2),
Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen
Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gas-gas ini berasal dari berbagai
jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor, peledak, pabrik pupuk. Efek:
mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran
napas sehingga paru-paru mudah terserang infeksi. Jika bereaksi dengan air akan
membentuk senyawa yang bersifat asam, sehingga dapat menimbulkan hujan asam.
Hujan asam yang turun bersama hujan akan merusak tumbuhan yaitu dapat menghalangi
pengambilan nitrogen, merusak mikroorganisme tanah/air dan mengganggu kehidupan
hewan air tawar.
Diantara alat-alat perlengkapan
rumah tangga ataupun kantor masih ada yang menggunakan alat pendingin berupa
gas CFC seperti di atmosfer mampu
bertahan dalam jangka waktu es, hair
spray, AC dan lain-lain. Gas CFC sukar terurai, di atmosfer CFC mampu bertahan
dalam jangka waktu sangat lama. Agar dapat hilang membutuhkan waktu hingga
seratus tahun. Gas CFC yang bercampur dengan udara mampu merusak lapisan ozon.
e)
Hidrokarbon Sulfida (H2S)
Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan
dari kawah gunung yang masih aktif dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap,
dapat merusak indra penciuman (nervous olfactory).
f)
Amoniak (NH3)
Amoniak berasal dari proses
industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak sedap menyengat. Dan dapat
menyebabkan gangguan sistem pernapasan, bronchitis, merusak indra penciuman.
Polusi Udara dalam BentukPartikulat
Partikulat (partikel) adalah
pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama bahan / bentuk pencemaran lain,
macam-macam partikulat:
a)
Aerosol: tersebarnya partikel halus
zat padat atau cairan dalam gas atau udara.
b)
Kabut (fog): aerosol yang berupa
butiran air yang berada diudara.
c) Asap (smoke):
campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang diudara.
d) Debu (dust): aerosol
yang berupa butiran melayang diudara karena adanya hembusan angin.
e) Fume: aerosol
yang berasal dari kondensasi uap logam
f) Plume: asap
yang keluar dari cerobong asap suatu industri.
g) Smoge: campuran dari smoke dan fog.
2.
Jenis pencemaran suara
1. Suara orang berbicara
2. Suara orang silat lidah
3. Suara kereta api
4. Suara mesin motor.
5. Suara petir
6. Suara pesawat tinggal landas
D.
Sumber-sumber
pencemaran udara dan suara
1)
Sumber Pencemaran Udara
Secara umum, sumber-sumber pencemaran udara ada dua
jenis, yaitu
1.
Sumber
alamiah
Pencemaran udara
yang berasal dari sumber alamiah ini berasal dari kejadian-kejadian atau
aktivitas alam yang tidak dapat diduga sebelumnya. Contoh-contoh sumber
alamiah, antar lain:
a)
Letusan
gunung berapi
b)
Gas
beracun akibat gempa bumi
c)
Batuan
yang berada di tanah dan mengeluarkan zat radioaktif yaitu radon
d)
Aerosol
di lautan
e)
Tanaman
(pollen, serbuk sari)
f)
Peluruhan
H2S, CO2, dan ammonia
g)
Nitrifikasi
dan denitrifikasi biologi
h)
Petir
atau loncatan listrik yang dapat memecahkan molekul (misalnya pemecahan molekul
N2 menjadi NO)
i)
Kebakaran
hutan (namun kejadian ini dapat dipicu oleh aktivitas manusia)
2.
Sumber
buatan manusia
Kegiatan manusia
dapat mengubah lingkungan hidup yang antara lain disebabkan oleh perkembangan
budaya, penggunaan ilmu dan teknologi, serta diiringi oleh pola konsumsi yang
berlebihan. Beberapa aktivitas manusia yang dapat menimbulkan pencemaran udara,
antara lain:
a)
Industri
(gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya, seperti Chloro Fluoro
Carbon)
b)
Kendaraan
bermotor
c)
Pembangkit
listrik
d)
Asap
rokok
e)
Ledakan
baik kecelakaan ataupun buatan
f)
Persampahan
(dekomposisi, pembakaran sampah domestik, pembakaran sampah komersial)
g)
Permukiman
(pembakaran dari perapian dan kompor)
h)
kegiatan
pertanian dapat berasal dari pupuk, pembakaran biomassa, sawah tepatnya dari
proses perendaman jerami yang mengeluarkan CO2.
2)
Sumber
pencemaran
suara
a.
Dalam ruangan (contoh: keramaian di dalam kelas)
b.
Dalam bangunan, luar ruangan (contoh: keramaian di
selasar ruangn kelas)
c.
Luar bangunan, dalam kawasan (suara kendaraan yang parkir
dalam kawasan)
d.
Luar kawasan (suara kendaraan yang lewat di depan
bangunan)
E.
Penyebab
Pencemaran udara dan suara
1.
Penyebab Pencemaran Udara
Secara alami, udara di atmosfir bumi
merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas
oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035
%) dan uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi komponen gas penyusun atmosfer ini
bisa mengalami perubahan akibat polusi udara. Selain itu, beberapa penyebab
pencemaran udara juga bisa dijelaskan oleh daftar berikut:
a)
Asap
cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau
kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
b)
Asap
vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu
ke udara.
c)
Bahan
radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel
debu radioaktif ke udara.
d)
Asap
pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen
oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
e)
Chloro
Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.
2.
Penyebab Pencemaran Suara
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan
pencemaran suara disebut polutan. Syarat-syarat suatu
zatdisebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap
makhluk hidup. Sifatpolutan adalah:
a)
Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi
dengan zatlingkungan tidak merusak lagi.
b)
Merusak dalam jangka waktu lama.dalam pencemaran suara,
kebisingan yang dialami sehari-hari tanpa sadar merupakan faktorutama
terjadinya pencemaran suara.
Apalagi pada
era modern seperti sekarang ini banyak sekali alat - alat yang menggunakan
mesin yang berbunyi bising serta penggunaan gadget yang bisa memutarbunyi
dengan earphone yang suaranya langsung mengenai gendang telinga tanpa ada
perantaramerupakan suatu hal yang beresiko mengakibatkan pencemaran suara.Saat
berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang peliharaan,
suara AC, televisi, danbanyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga
mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suarakendaraan umum yang menderu
dan musik yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut,dan pesawat
terbang menimbulkan suara mesin yang menderu. Juga di pabrik atau tempat
kerjayang memakai kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa. Di hotel,
perkantoran, atauapartemen biasanya saluran udaranya mengeluarkan
bising.Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan kebisingan yang
kekuatannya diukurdengan dB atau desibel adalah1. Orang ribut / silat lidah =
80 dB2. Suara kereta api / krl = 95 dB3. Mesin motor 5 pk = 104 dB4. Suara
petir = 120 dB5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB
F.
Dampak
Pencemaran udara dan Suara
1.
Dampak Pencemaran Udara
a.
Dampak
bagi kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat
di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya
penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar.
Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas,
sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari
paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke
seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi
saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan
pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan
karsinogenik. memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan
dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif,
dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat
menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
b.
Dampak
terhadap tanaman
Tanaman yang
tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu
pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik
hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses
fotosintesis.
c.
Hujan
asam
pH biasa air
hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan
NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan.
Dampak dari hujan asam ini antara lain:
a)
Mempengaruhi
kualitas air permukaan
b)
Merusak
tanaman
c)
Melarutkan
logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air
tanah dan air permukaan
d)
Bersifat
korosif sehingga merusak material dan bangunan.
d.
Efek
rumah kaca
Efek
rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh
permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan
menimbulkan fenomena pemanasan global.Dampak dari pemanasan global adalah:
a)
Peningkatan
suhu rata-rata bumi
b)
Pencairan
es di kutub
c)
Perubahan
iklim regional dan global
d)
Perubahan
siklus hidup flora dan fauna
e.
Kerusakan
lapisan ozon
Lapisan
ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami
bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan
dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer.
Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju
penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga
terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
2.
Dampak Pencemaran Suara
a.
Gangguan Fisiologis
Pada awalnya, bising bernada tinggi
sangat menganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba.
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, konstriksi
pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan
pucat dan gangguan sensoris. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan
pusing/sakit kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi
reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan efek
pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak nafas disebabkan oleh
rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin,
tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit.
b.
Gangguan Psikologis
Gangguan psikologis dapat berupa rasa
tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur dan cepat marah. Bila kebisingan
diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa
gastritis, jantung, stress, kelelahan, dll.
c.
Gangguan Komunikasi
Gangguan komunikasi biasanya disebabkan
masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau
gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara
berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada
kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda
bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan
seseorang.
d.
Gangguan Keseimbangan
Bising yang sangat tinggi dapat
menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang dapat
menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual.
Efek pada pendengaran pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah
kerusakan pada indera pendengaran.
G.
Cara Mengatasi
Pencemaran udara dan suara
1.
Cara
Mengatasi Pencemaran Udara
Untuk dapat mengatasi pencemaran
udara tidak semudah membalikkan telapak tangan jangankan untuk mengatasinya,
untuk mengurangi saja manusia itu sendiri enggan melakukan rutinitas ramah
lingkungan. Sebagai contoh sudahkah anda selalu membuang sampah pada
tempatnya, sudahkah anda mengolah
sampah organik yang anda hasilkkan menjadi pupuk yang dapat berguna atau cnggak
mau tau dengan sampah yang anda hasilkan sehingga menimbulkan bau busuk ?
Sudahkah anda tidak memakai motor yang
memiliki emisi gas buang tinggi, dan sudahkah anda tidak merokok, ya manusia
itu sendirilah yang sudah merusak alam dan jika alam marah mau menyalahkan
siapa. Berikut beberapa solusi sederhana untuk mengurangi terjadinya pencemaran
udara :
a)
Clean
Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang
melakukan pencemaran udara.
b)
Mengembangkan
teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell
dan Solar Cell.
c)
Menghemat
Energi yang digunakan.
d)
Menjaga
kebersihan lingkungan tempat tinggal.
2.
Cara Mengatasi Pencemaran Suara
a)
Uji kebisingan kendaraan bermotor
Uji kebisingan kendaraan bertujuan untuk mengurangi
pencemaran suara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. penggunaan knalpot
yag tepat dan mesin yang terawat juga menentukan tingkat kebisingan yang
ditimbulkan suatu kendaraan.
b)
Pengawasan mesin industry
Pengawasan kebisingan melalui pengawasan mesin dilakukan
sebagai perlindungan terhadap pendengaran. pengurangan kebisingan pada sumber
(mesin) dapat dilakukan, misalnya dengan menempatkan peredaman pada sumber
getaran. selain itu perlu dilakukan penelitian dan perencanaan mesin baru yang
tidak bising. hal ini sangat tergantung pada permintaan para usahawan sebagai
pembeli mesin kepada pembuatnya dengan mengajukan persyaratan kebisingan dari
mesin sebelumnya. bukan saja tingkat bahaya yang diperhatikan, tapi juga
intensitasnya juga tidak mengganggu daya kerja.
c)
Proteksi dengan sumbat atau tutup telinga dilingkungan
pabrik
Tutup telinga biasanya lebih efektif dari pada
penyumbatan telinga. alat seperti ini harus dipilih yang tepat sesuai dengan
kebutuhan. Sumbat telinga plastik yang terkadang tidak mudah diterima pemakai,
dan sumbat telinga telinga dari lilin dapat emngurangi tingkat kebisingan
antara 8-30 dB. pelindung telinga tipe gumpalan kapas dan headphone lebih
efektif (pengurangan 20-40dB). Pada umumnya, alat-alat ini dapat mengurangi
intensitas kebisingan sekitar 20-25dB. Permasalahan utama pemakai alat proteksi
pendengaran adalah mendidik tenaga kerja agar kontinu menggunakanya sumbat
telinga harus dipakai bila adanya kebisingan lebih dari 100dB.
BAB 3
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Dari penjelasan yang sudah di
paparkan diatas dapat di simpulkan bahwa Pencemaran udara dapat mempengaruhi
sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang
berkaitan dengan manusia. Sedangkan Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh
bunyi atau suara yang menggangu ketentraman makhluk hidup di sekitarnya.
Dan penyebab terjadinya pencemaran
udara yaitu asap cerobong pabrik, asam vulkanik, bahan radio aktif, asap pembakaran batu bara dan
chloro fiuoro. Penyebab pencemaran lingkungan yaitu polutan.
SARAN
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran
sebagai berikut.
1.
Diharapkan guru dan calon guru atau
mahasiswa dapat mempelajari lebih lanjut mengenai pencemaran udara dan suara
yang telah dijelaskan di atas sehingga dapat memberikan kesadaran tentang
pentingnya memelihara dan menjaga lingkungan guna terciptanya lingkungan yang
lebih sehat, nyaman, dan bersih.
2.
Diharapkan
pembaca pada khusunya dan masyarakat pada umumnya dapat mempelajari dan
mengaplikasikan cara penanggulangan pencemaran udara dan suara yang telah
dijelaskan di atas dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar