Jumat, 04 November 2016

laporan sosialisasi



LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN SOSIALISASI
KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU

DOSEN PEMBIMBING         : NOOR CAHAYA, M.PD
MATA KULIAH           : LINGUISTIK UMUM


DI SUSUN OLEH


RAUDATUL HASANAH                  1610116120014
SANIA PARADILA                           1610116120015
SYIRMADINAH                                1610116120017
WIDYA PRATIWI                             1610116120018
WULAN SUCI            P BS             1610116120019

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FKIP PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan sosiali tentang kata baku dan kata tidak baku. kami berterima kasih pada ibu noor cahaya, m.pd yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai kata baku dan kata tidak baku Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
            Semoga laporan ini dapat dipahami dengan baik. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan laporan ini di waktu yang akan datang.

















Banjarmasin, 30 Oktober 2016


DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN JUDUL…….…………………………………………………………………………...…i
KATA PENGANTAR….….……………………………………………..……..…….…………....…..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………...……………....……………...…iii
BAB 1 PENDAHULUAN……….………………………...………………………...……………..…..1
1.1  LATAR BELAKANG…………….…………………………………….……….…..….…..…1
1.2  TUJUAN………………………………………………………..……….………...……….…..2
BAB 2 TINJAUAN……...…..………….…………………………………………………...…….……2
2.1  PENGERTIAN KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU………..….…..………3
2.2  TEORI-TEORI PARA AHLI……….…………………………………..…….………3
BAB 3 METODE SOSIALISASI……………………………..………....………………………….....3
3.1  WAKTU DAN TEMPAT………………….………………………………………….8
3.2  PESERTA SOSIALISASI……………….……………………………………………..
BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL………………………………………………………………..7
4.1  KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU DAN PENYEBAB KATA MENJADI TIDAK
BAKU….……………………………………………………………………………….7
4.2  TANYA JAWAB……….……………………….…..…………………………………9
4.3  BUKTI-BUKTI SOSIALISASI….………...…………………………………………10
BAB 5 PENUTUP……………………………………………………………………………11
5.1  KESIMPUL……….………….…….......…………………………………………..………..11
5.2  SARAN………………..…………………………..…………………………………………11

DAFTAR PUSTAKA









BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
 Banyak sekali penggunaan kalimat yang kita gunakan tetapi kita tidak menyadari kalau penggunaan tersebut kurang tepat dan hal tersebut tanpa kita sadari merubah makna , penulisan dan pengucapannya.
Seseorang yang mengetahui suatu kata tetapi tidak mampu merangkainya berarti tidak mengetahui makna kata tersebut. Dan hal itu bisa menyebabkan kesalahan penulisan dalam kalimat. Pengaruh bahasa asing dan bahasa daerah juga menjadi penyebab munculnya kesalahan dalam penyusunan kalimat. Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai tatabahasa Indonesia . maka tidak jarang seseorang merasa kesulitan dalam membedakan kata baku dan tidak baku.

1.2  TUJUAN

1.      Dapat mengetahui pengertian kata baku dan kata tidak baku
2.      Teori-teori kata baku
3.      Dapat mengetahui mengapa kata tersebut menjadi tidak baku



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  PENGERTIAN KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU
kata baku adalah kata yang telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan dan tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sedangkan, kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan.

2.2  TEORI-TEORI PARA AHLI MENGENAI KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU
1.      Kosasih dan Hermawan
Kata baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang diamaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
2.      Mulyono
Berdasarkan sudut pandang informasi, bahasa baku adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi tentang ilmu pengetahuan. Berdasarkan sudut pandang pengguna bahasa, ragam bahasa baku dapat dibatasi dengan ragam bahasa yang lazim digunakan oleh penutur yang paling berpengaruh, seperti ilmuan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan kaum jurnalis atau wartawan. Bahasa merekalah yang dianggap ragam bahasa baku
3.      Chaer
Diatas merupakan pengertian kata baku menurut para ahli, dari beberapa pengertian tersebut penulis menarik kesimpulan bahwa Kata baku, yaitu kata-kata yang lazim digunakan dalam situasi formal atau resmi yang penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang diamaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD). Kriteria kata baku atau Baku tidaknya sebuah kata dapat dilihat dari segi lafal, ejaan, gramatika, dan “kenasionalan-nya”.
4.      Crystal
bahasa nonbaku adalah bentuk – bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma baku, yang dikelompokan sebagai subbaku atau nonbaku
5.      Richards, Jhon, dan Heidi
bahasa nonstandar adalah bahasa yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang berbeda pelafalan, tata bahasa, dan kosakata dari bahasa baku dari suatu bahasa







BAB III
METODE SOSIALISASI

3.1  WAKTU DAN TEMPAT SOSIALISASI
 Sosialisasi dilaksananakan pada jum’at 28 Oktober 2016 pada pukul :10:30 Am -12:25 Pm bertempat di Open Space FKIP universitas lambung mangkurat unlam.

3.2  METODE SOSIALISASI
Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa yang berada di unlam. Adapun tahapan sosialisasi adalah sebagai berikut

1.      Mencari mahasiswa yang sedang berada di open space.
2.      Menyampaikan materi tentang kata baku dan kata tidak baku
3.      Melakukan sesi Tanya jawab
4.      Menyampaikan kesimpulan

3.3  PESERTA SOSIALISASI
1.       S1 manajemen
·         Shasha meiby yoza bunata
·         Nelly solehatin
·         Annisa muhsana
2.      S1 PGSD
·         Miftahul zannah
·         Vina sholihah
·         Ratna tiara
·         Herlina anjar shinta
3.      S1 ilmu pemerintahan
·         Vina rahmatina ab
·         Yani hadmiyati
·         Ulinia monanda
·         Nadya tri ramadona
·         Nur rahmawati
·         Luthfia mubarokah
·         Linda ranita thine




BAB IV
PEMBAHASAN DAN HASIL

4.1  KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU DAN PENYEBAB KATA MENJADI TIDAK BAKU

KATA  BAKU
KATA TIDAK BAKU
PENYEBAB KATA BAKU MENJADI TIDAK BAKU
1.
Antena
Antene
Penggantian vokal /a/ diganti vokal /e/.
2.
Formal
Formil
Penggantian vokal/a/diganti vokal / i/.
3.
Fitrah
Fitroh
Penggantian vokal/a/diganti vokal  /o/.
4.
Glukose
Glokosa
Penggantian vokal/e/diganti vokal  /a/.
5.
Komplet
Komplit
Penggantian vokal/e/ diganti vokal / i/.
6.
Gerobak
Gerubak
Penggantian vokal/o/ diganti vokal / u/.
7.
Kritikus
Kritikes
Penggantian vokal/u/ diganti vokal / e/.
8.
Bus
Bis
Penggantian vokal/u/ diganti vokal /i /.
9.
Gua
Goa
Penggantian vokal/u/ diganti vokal /o /.
10.
Harfiah
Harafiah
Penambahan vokal /a/.
11.
Narkotik
Narkotika
Penambahan vokal /a/.
12.
Film
Filem
Penambahan vokal /e /.
13.
Asli
Aseli
Penambahan vokal /e /.
14.
Antena
Anten
Penghilangan vokal /a /.
15.
Cokelat
Coklat
Penghilangan vokal /e /.
16.
Aluminium
Alminium
Penghilangan vokal /u /
17.
Elite
Elit
Penghilangan vokal /e/.
18.
Imigran
Imgran
Penghilangan vokal /i /.
19.
Imperialis
Imperalis
Penghilangan vokal /I /.
20.
Duplikat
Duplikaat
Pembentukan daratan vokal /aa/ dari /a/.
21.
Apotek
Apoteek
Pembentukan deret vokal /ee/ dari /e/.
22.
Grup
Group
Pembentukan deret vokal /ou/ dari /u/.
23.
Dialog
Dialog
Pembentukan deret vokal /oo/ dari /o/.
24.
Katalog
Kataloog
Pembentukan deret vokal /oo/ dari /o/.
25.
aerobik
Erobik
Penyederhanaan deret vokal /ae/.
26.
Audio
Odio
Penyederhanaan deret vokal /o/.
27.
Karier
Karir
Penyederhanaan vokal  /ie/ menjadi  /i/.
28.
Eulogi
Elogi
Penyederhanaan dari  vokal /eu/ menjadi  / e /.
29.
Koordinasi
Kordinasi
Penyederhanaan dari vokal /oo/ menjadi /o/.
30.
Akrab
Akrap
Penggantian konsonan /b/menjadi /p/.
31.
Belinjo
Melinjo
Penggantian konsonan /b/ menjadi /m/.
32.
Beker
Weker
Penggantian konsonan /b/ menjadi /w/.
33.
Tekad
Tekat
Penggantian konsonan /d/ menjadi /t/.
34
Hafal
Hapal
Penggantian konsonan /f/ menjadi /p/.
35.
Energi
Enerji
Penggantian konsonan /g/ menjadi /j/.
36.
Aktor
Actor
Penggantian konsonan /k/ menjadi /c/.
37.
Imbau
Himbau
Penambahan konsonan /h/.
38.
Dai
Da’i
Penambahan konsonan /’/.
39.
Cuma
Cuman
Penambahan konsonan /n/.
40.
Bodoh
Bodo
Penghilangan konsonan /h/.
41.
Kecoak
Kecoa
Penghilangan konsonan /k/.
42.
Hobi
Hobbi
Pembentukan deretan konsona /bb/ dari /b/.
43.
Linguis
Lingguis
Pembentukan deretan konsonan /ngg/ dari /ng
44.
Azan
Adzan
Pembentukan deretan konsonan /dz/ dari /z/.
45.
Konteks
Kontek
Penyederhanaan deretan konsonan /kh/ menjadi /k/.
46.
Asyik
Asik
Penyederhanaan deretan konsonan /sy/ menjadi /s/.
47.
Dikombinasi
Dikombinir
Pembentukan kata berawal di- dengan kata dasar berunsur -ir
48.
Diubah
Dirubah
Pembentukan kata berawalan di- dengan kata dasar.
49.
Etis
Ethis
Pembentukan deretan konsonan /th/ dari /t/.




















4.2  TANYA JAWAB
Soal:
1.      Kata baku dan kata tidak baku hanya di tentukan dalam KBBI. Lalu bagaimana cara mengetahui kata baku atau kata tidak baku yang tidak tercantum dalam KBBI? Nelly solehatin
2.      Apa manfaat bagi kita dalam mempelajari kata baku dan kata tida baku tersebut? Miftahul zannah
3.      Apakah dengan menggunakan kata baku dan tidak baku merupakan cara kita melatih berbahasa Indonesia dengan baik dan benar? Vina sholihah
4.      Kata tidak baku dapat di ubah menjadi kata baku. Apakah kata baku juga dapat di ubah menjadi kata yang tidak baku? Ulinia monanda
5.       Indonesia memiliki banyak ragam bahasa misalnya bahasa jawa apakah bahasa jawa juga memiliki kata baku dan tidak baku seperti bahasa Indonesia? Nur rahmawati
6.      Mengapa di Indonesia memiliki 2 jenis kata (kata baku dan kata tidak baku)? Luthfia mubarokah
Jawaban:
1.      Meskipun tidak tercantum dalam KBBI, kata tidak baku belum tentu kata yang tidak baik atau efektif karena kata yang baik adalah kata-kata yang dapat dimengerti oleh pendengarnya. Oleh karena itu, meskipun menggunakan kata baku dalam acara tertentu dan para audiens tidak mengerti, kata baku tersebut bukanlah kata yang baik atau tidak efektif.
2.      Kata baku biasanya di gunakan pada saat acara resmi seperti pidato, seminar dll. Sedangkan kata tidak baku biasa di gunakan dalah kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi antar individu maupun kelompok namun kata tidak baku tidak termasuk ke dalam kbbi. Oleh karena itu mempelajari kata baku dan kata tidak baku juga dapat menambah pengetahuan kita mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.      Ya. Karena berbahasa indonseia yang baik dan benar adalah dengan mempelajar kata baku yang sudah tercantum dalam kbbi.
4.      Pada umumnya kata tidak baku adalah kata yang salah penulisannya maupun pengucapan dalam bahasa vokal maupun konsonannya. Jadi kata tidak baku di ubah menjadi kata baku agar pengucapan dan penulisannya menjadi benar. Kata yang sudah benar tidak mungkin di salahkan terkecuali kata tersebut memang untuk di gunakan dalam interaksi sehari-hari.
5.      Bahasa jawa memang merupakan salah satu bahasa di Indonesia tetapi bahasa baku dan tidak baku hanya di gunakan dalam bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi orang Indonesia agar seseorang dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar maka di pelajarilah kata tidak baku yang di sempurnakan menjadi kata baku.
6.      Kata baku dan kata tidak baku digunakan untuk meyempurnakan bahasa Indonesia yang kurang baik untuk di gunakan dalam acara resmi maupun kehidupan sehari-hari.








4.3  BUKTI-BUKTI SOSIALISASI

MANAGEMEN                                                     PGSD









ILMU PEMERINTAHAN

Dalam pelaksanaan sosialisasi ini kita dapat memberikan pengetahuan mengenai pengertian kata baku dan tidak baku yang sesuai dengan eyd kata baku adalah kata yang telah di tentukan penulisannya dalam Kbbi sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai kaidahnya yang telah di tentukan. Kita juga dapat mengetahui siapa saja para ahli yang mengemukakan teorinya mengenai kata baku dan kata tidak baku seperti Kosasih dan Hermawan yaitu Kata baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan. Crystal bahasa nonbaku adalah bentuk – bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma baku, yang dikelompokan sebagai subbaku atau nonbaku. ada lagi pendapat yang dikemukaan oleh para  ahli seperti  Mulyono, Chaer dan Richards, Jhon, dan Heidi
Demikian lah teori – teori yang dikemukankan para ahli. Saya selalu bertanya – Tanya mengapa sebuah kata tersebut bisa menjadi kata yang tidak baku? Kata yang tidak baku memiliki sebab yaitu pembahasan dan penulisan kata tersebut di pengaruhi oleh bahasa vokal dan konsonannya. Jika bahasa vokal dan konsonannya salah maka kata tersebut adalah kata yang tidak baku.

BAB V
PENUTUP

1.1  KESIMPULAN
kata baku adalah kata yang telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan dan tertulis dalam KBBI. Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Pengertian kata baku dan kata tidak baku menurut para ahli yaitu Kosasih dan Hermawan Kata baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang diamaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
Pada penjelasan di atas menjelaskan bahwa mengapa kata menjadi tidak baku. Sebuah kata menjadi tidak baku yaitu apabila dalam penulisan maupun pengucapannya seringkali terjadi penggunaaan kata yang tidak sesuai menurut KBBI. Kesalahan yang terjadi dapat berupa kesalahan penulisan atau pengucapan huruf vokal maupun konsonan.

1.2  SARAN
Telah di kemukakan penjelasan mengenai kata baku dan kata tidak baku, hendaknya orang Indonesia mempelajari dan memahami sebuah bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kbbi. Mempelajari bahasa bukanlah hal yang merugikan. Kita mempelajari kata baku dan kata tidak baku juga memiliki banyak manfaat kata baku misalnya dapat kita gunakan dalam acara – acara resmi, kata tidak baku di gunakan dalam bahasa sehari- hari. Kata baku dan kata tidak baku di pelajarai agar kita dapat berbahasa dengan baik dan memiliki pengetahuan mengenai bahasa Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar