LAPORAN
PELAKSANAAN KEGIATAN SOSIALISASI
KATA
BAKU DAN KATA TIDAK BAKU
DOSEN
PEMBIMBING : NOOR CAHAYA, M.PD
MATA
KULIAH : LINGUISTIK UMUM
DI
SUSUN OLEH
RAUDATUL
HASANAH 1610116120014
SANIA
PARADILA 1610116120015
SYIRMADINAH 1610116120017
WIDYA
PRATIWI 1610116120018
WULAN
SUCI P BS 1610116120019
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT FKIP PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan sosiali
tentang kata baku dan kata tidak baku. kami berterima kasih pada ibu noor
cahaya, m.pd yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami
sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai kata baku dan kata tidak baku Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna.
Semoga
laporan ini dapat dipahami dengan baik. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan laporan ini di waktu yang akan
datang.
Banjarmasin, 30 Oktober 2016
DAFTAR
ISI
HALAMAN
HALAMAN
JUDUL…….…………………………………………………………………………...…i
KATA PENGANTAR….….……………………………………………..……..…….…………....…..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………...……………....……………...…iii
BAB 1 PENDAHULUAN……….………………………...………………………...……………..…..1
1.1 LATAR BELAKANG…………….…………………………………….……….…..….…..…1
1.2 TUJUAN………………………………………………………..……….………...……….…..2
BAB 2 TINJAUAN……...…..………….…………………………………………………...…….……2
2.1 PENGERTIAN
KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU………..….…..………3
2.2 TEORI-TEORI
PARA AHLI……….…………………………………..…….………3
BAB 3 METODE
SOSIALISASI……………………………..………....………………………….....3
3.1 WAKTU
DAN TEMPAT………………….………………………………………….8
3.2 PESERTA
SOSIALISASI……………….……………………………………………..
BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL………………………………………………………………..7
4.1 KATA
BAKU, KATA TIDAK BAKU DAN PENYEBAB KATA MENJADI TIDAK
BAKU….……………………………………………………………………………….7
4.2
TANYA JAWAB……….……………………….…..…………………………………9
4.3
BUKTI-BUKTI SOSIALISASI….………...…………………………………………10
BAB 5 PENUTUP……………………………………………………………………………11
5.1 KESIMPUL……….………….…….......…………………………………………..………..11
5.2 SARAN………………..…………………………..…………………………………………11
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Banyak sekali penggunaan kalimat
yang kita gunakan tetapi kita tidak menyadari kalau penggunaan tersebut kurang
tepat dan hal tersebut tanpa kita sadari merubah makna , penulisan dan
pengucapannya.
Seseorang yang mengetahui suatu kata tetapi tidak mampu merangkainya
berarti tidak mengetahui makna kata tersebut. Dan hal itu bisa menyebabkan
kesalahan penulisan dalam kalimat. Pengaruh bahasa asing dan bahasa daerah juga
menjadi penyebab munculnya kesalahan dalam penyusunan kalimat. Ditambah lagi
dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai tatabahasa Indonesia . maka
tidak jarang seseorang merasa kesulitan dalam membedakan kata baku dan tidak
baku.
1.2 TUJUAN
1. Dapat
mengetahui pengertian kata baku dan kata tidak baku
2. Teori-teori
kata baku
3. Dapat
mengetahui mengapa kata tersebut menjadi tidak baku
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN
KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU
kata
baku adalah kata yang telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah
ditentukan dan tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sedangkan,
kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
yang telah ditentukan.
2.2 TEORI-TEORI
PARA AHLI MENGENAI KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU
1.
Kosasih dan Hermawan
Kata
baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan
kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang diamaksud dapat berupa
pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
2.
Mulyono
Berdasarkan
sudut pandang informasi, bahasa baku adalah
ragam bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi tentang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sudut pandang pengguna bahasa, ragam bahasa baku dapat dibatasi
dengan ragam bahasa yang lazim digunakan oleh penutur yang paling berpengaruh,
seperti ilmuan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan kaum jurnalis atau wartawan.
Bahasa merekalah yang dianggap ragam bahasa baku
3.
Chaer
Diatas
merupakan pengertian kata baku menurut para ahli, dari beberapa pengertian
tersebut penulis menarik kesimpulan bahwa Kata baku, yaitu kata-kata yang lazim
digunakan dalam situasi formal atau resmi yang penulisannya sesuai dengan
kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang diamaksud dapat berupa
pedoman ejaan (EYD). Kriteria kata baku atau Baku tidaknya sebuah kata
dapat dilihat dari segi lafal, ejaan, gramatika, dan “kenasionalan-nya”.
4.
Crystal
bahasa
nonbaku adalah bentuk – bentuk bahasa yang tidak memenuhi norma baku, yang
dikelompokan sebagai subbaku atau nonbaku
5.
Richards, Jhon, dan Heidi
bahasa
nonstandar adalah bahasa yang digunakan dalam berbicara dan menulis yang
berbeda pelafalan, tata bahasa, dan kosakata dari bahasa baku dari suatu bahasa
BAB III
METODE
SOSIALISASI
3.1 WAKTU
DAN TEMPAT SOSIALISASI
Sosialisasi dilaksananakan pada jum’at 28
Oktober 2016 pada pukul :10:30 Am -12:25 Pm bertempat di Open Space FKIP
universitas lambung mangkurat unlam.
3.2 METODE
SOSIALISASI
Adapun metode
penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa
yang berada di unlam. Adapun tahapan sosialisasi adalah sebagai berikut
1. Mencari
mahasiswa yang sedang berada di open space.
2. Menyampaikan
materi tentang kata baku dan kata tidak baku
3. Melakukan
sesi Tanya jawab
4. Menyampaikan
kesimpulan
3.3
PESERTA SOSIALISASI
1. S1 manajemen
·
Shasha meiby yoza bunata
·
Nelly solehatin
·
Annisa muhsana
2. S1
PGSD
·
Miftahul zannah
·
Vina sholihah
·
Ratna tiara
·
Herlina anjar shinta
3. S1
ilmu pemerintahan
·
Vina rahmatina ab
·
Yani hadmiyati
·
Ulinia monanda
·
Nadya tri ramadona
·
Nur rahmawati
·
Luthfia mubarokah
·
Linda ranita thine
BAB
IV
PEMBAHASAN
DAN HASIL
4.1 KATA
BAKU, KATA TIDAK BAKU DAN PENYEBAB KATA MENJADI TIDAK BAKU
|
|
KATA BAKU
|
KATA
TIDAK BAKU
|
PENYEBAB
KATA BAKU MENJADI TIDAK BAKU
|
|
1.
|
Antena
|
Antene
|
Penggantian
vokal /a/ diganti vokal /e/.
|
|
2.
|
Formal
|
Formil
|
Penggantian
vokal/a/diganti vokal / i/.
|
|
3.
|
Fitrah
|
Fitroh
|
Penggantian
vokal/a/diganti vokal /o/.
|
|
4.
|
Glukose
|
Glokosa
|
Penggantian
vokal/e/diganti vokal /a/.
|
|
5.
|
Komplet
|
Komplit
|
Penggantian
vokal/e/ diganti vokal / i/.
|
|
6.
|
Gerobak
|
Gerubak
|
Penggantian
vokal/o/ diganti vokal / u/.
|
|
7.
|
Kritikus
|
Kritikes
|
Penggantian
vokal/u/ diganti vokal / e/.
|
|
8.
|
Bus
|
Bis
|
Penggantian
vokal/u/ diganti vokal /i /.
|
|
9.
|
Gua
|
Goa
|
Penggantian
vokal/u/ diganti vokal /o /.
|
|
10.
|
Harfiah
|
Harafiah
|
Penambahan
vokal /a/.
|
|
11.
|
Narkotik
|
Narkotika
|
Penambahan
vokal /a/.
|
|
12.
|
Film
|
Filem
|
Penambahan
vokal /e /.
|
|
13.
|
Asli
|
Aseli
|
Penambahan
vokal /e /.
|
|
14.
|
Antena
|
Anten
|
Penghilangan
vokal /a /.
|
|
15.
|
Cokelat
|
Coklat
|
Penghilangan
vokal /e /.
|
|
16.
|
Aluminium
|
Alminium
|
Penghilangan
vokal /u /
|
|
17.
|
Elite
|
Elit
|
Penghilangan
vokal /e/.
|
|
18.
|
Imigran
|
Imgran
|
Penghilangan
vokal /i /.
|
|
19.
|
Imperialis
|
Imperalis
|
Penghilangan
vokal /I /.
|
|
20.
|
Duplikat
|
Duplikaat
|
Pembentukan
daratan vokal /aa/ dari /a/.
|
|
21.
|
Apotek
|
Apoteek
|
Pembentukan
deret vokal /ee/ dari /e/.
|
|
22.
|
Grup
|
Group
|
Pembentukan
deret vokal /ou/ dari /u/.
|
|
23.
|
Dialog
|
Dialog
|
Pembentukan
deret vokal /oo/ dari /o/.
|
|
24.
|
Katalog
|
Kataloog
|
Pembentukan
deret vokal /oo/ dari /o/.
|
|
25.
|
aerobik
|
Erobik
|
Penyederhanaan
deret vokal /ae/.
|
|
26.
|
Audio
|
Odio
|
Penyederhanaan
deret vokal /o/.
|
|
27.
|
Karier
|
Karir
|
Penyederhanaan
vokal /ie/ menjadi /i/.
|
|
28.
|
Eulogi
|
Elogi
|
Penyederhanaan
dari vokal /eu/ menjadi / e /.
|
|
29.
|
Koordinasi
|
Kordinasi
|
Penyederhanaan
dari vokal /oo/ menjadi /o/.
|
|
30.
|
Akrab
|
Akrap
|
Penggantian
konsonan /b/menjadi /p/.
|
|
31.
|
Belinjo
|
Melinjo
|
Penggantian
konsonan /b/ menjadi /m/.
|
|
32.
|
Beker
|
Weker
|
Penggantian
konsonan /b/ menjadi /w/.
|
|
33.
|
Tekad
|
Tekat
|
Penggantian
konsonan /d/ menjadi /t/.
|
|
34
|
Hafal
|
Hapal
|
Penggantian
konsonan /f/ menjadi /p/.
|
|
35.
|
Energi
|
Enerji
|
Penggantian
konsonan /g/ menjadi /j/.
|
|
36.
|
Aktor
|
Actor
|
Penggantian
konsonan /k/ menjadi /c/.
|
|
37.
|
Imbau
|
Himbau
|
Penambahan
konsonan /h/.
|
|
38.
|
Dai
|
Da’i
|
Penambahan
konsonan /’/.
|
|
39.
|
Cuma
|
Cuman
|
Penambahan
konsonan /n/.
|
|
40.
|
Bodoh
|
Bodo
|
Penghilangan
konsonan /h/.
|
|
41.
|
Kecoak
|
Kecoa
|
Penghilangan
konsonan /k/.
|
|
42.
|
Hobi
|
Hobbi
|
Pembentukan
deretan konsona /bb/ dari /b/.
|
|
43.
|
Linguis
|
Lingguis
|
Pembentukan
deretan konsonan /ngg/ dari /ng
|
|
44.
|
Azan
|
Adzan
|
Pembentukan
deretan konsonan /dz/ dari /z/.
|
|
45.
|
Konteks
|
Kontek
|
Penyederhanaan
deretan konsonan /kh/ menjadi /k/.
|
|
46.
|
Asyik
|
Asik
|
Penyederhanaan
deretan konsonan /sy/ menjadi /s/.
|
|
47.
|
Dikombinasi
|
Dikombinir
|
Pembentukan
kata berawal di- dengan kata dasar berunsur -ir
|
|
48.
|
Diubah
|
Dirubah
|
Pembentukan
kata berawalan di- dengan kata dasar.
|
|
49.
|
Etis
|
Ethis
|
Pembentukan
deretan konsonan /th/ dari /t/.
|
4.2 TANYA
JAWAB
Soal:
1. Kata
baku dan kata tidak baku hanya di tentukan dalam KBBI. Lalu bagaimana cara
mengetahui kata baku atau kata tidak baku yang tidak tercantum dalam KBBI?
Nelly solehatin
2.
Apa manfaat bagi kita dalam mempelajari
kata baku dan kata tida baku tersebut? Miftahul zannah
3.
Apakah dengan menggunakan kata baku dan
tidak baku merupakan cara kita melatih berbahasa Indonesia dengan baik dan
benar? Vina sholihah
4.
Kata tidak baku dapat di ubah menjadi
kata baku. Apakah kata baku juga dapat di ubah menjadi kata yang tidak baku?
Ulinia monanda
5.
Indonesia
memiliki banyak ragam bahasa misalnya bahasa jawa apakah bahasa jawa juga
memiliki kata baku dan tidak baku seperti bahasa Indonesia? Nur rahmawati
6. Mengapa
di Indonesia memiliki 2 jenis kata (kata baku dan kata tidak baku)? Luthfia
mubarokah
Jawaban:
1. Meskipun
tidak tercantum dalam KBBI, kata tidak baku belum tentu kata yang tidak baik
atau efektif karena kata yang baik adalah kata-kata yang dapat dimengerti oleh
pendengarnya. Oleh karena itu, meskipun menggunakan kata baku dalam acara
tertentu dan para audiens tidak mengerti, kata baku tersebut bukanlah kata yang
baik atau tidak efektif.
2.
Kata baku biasanya di gunakan pada saat
acara resmi seperti pidato, seminar dll. Sedangkan kata tidak baku biasa di
gunakan dalah kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi antar individu maupun
kelompok namun kata tidak baku tidak termasuk ke dalam kbbi. Oleh karena itu
mempelajari kata baku dan kata tidak baku juga dapat menambah pengetahuan kita
mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.
Ya. Karena berbahasa indonseia yang baik
dan benar adalah dengan mempelajar kata baku yang sudah tercantum dalam kbbi.
4.
Pada umumnya kata tidak baku adalah kata
yang salah penulisannya maupun pengucapan dalam bahasa vokal maupun
konsonannya. Jadi kata tidak baku di ubah menjadi kata baku agar pengucapan dan
penulisannya menjadi benar. Kata yang sudah benar tidak mungkin di salahkan
terkecuali kata tersebut memang untuk di gunakan dalam interaksi sehari-hari.
5.
Bahasa jawa memang merupakan salah satu
bahasa di Indonesia tetapi bahasa baku dan tidak baku hanya di gunakan dalam
bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi orang Indonesia agar seseorang
dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar maka di pelajarilah kata tidak
baku yang di sempurnakan menjadi kata baku.
6.
Kata baku dan kata tidak baku digunakan
untuk meyempurnakan bahasa Indonesia yang kurang baik untuk di gunakan dalam
acara resmi maupun kehidupan sehari-hari.
4.3 BUKTI-BUKTI
SOSIALISASI
MANAGEMEN PGSD


ILMU
PEMERINTAHAN

Dalam pelaksanaan
sosialisasi ini kita dapat memberikan pengetahuan mengenai pengertian kata baku
dan tidak baku yang sesuai dengan eyd kata baku adalah kata yang telah di tentukan
penulisannya dalam Kbbi sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai
kaidahnya yang telah di tentukan. Kita juga dapat mengetahui siapa saja para
ahli yang mengemukakan teorinya mengenai kata baku dan kata tidak baku seperti Kosasih dan Hermawan yaitu Kata baku adalah kata yang
cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan.
Crystal bahasa nonbaku adalah bentuk – bentuk bahasa yang tidak memenuhi
norma baku, yang dikelompokan sebagai subbaku atau nonbaku. ada lagi pendapat yang
dikemukaan oleh para ahli seperti Mulyono,
Chaer dan Richards, Jhon, dan Heidi
Demikian lah
teori – teori yang dikemukankan para ahli. Saya selalu bertanya – Tanya mengapa
sebuah kata tersebut bisa menjadi kata yang tidak baku? Kata yang tidak baku
memiliki sebab yaitu pembahasan dan penulisan kata tersebut di pengaruhi oleh
bahasa vokal dan konsonannya. Jika bahasa vokal dan konsonannya salah maka kata
tersebut adalah kata yang tidak baku.
BAB
V
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
kata
baku adalah kata yang telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah
ditentukan dan tertulis dalam KBBI. Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang
tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Pengertian
kata baku dan kata tidak baku menurut para ahli yaitu Kosasih
dan Hermawan Kata baku adalah kata yang cara pengucapan ataupun
penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang
diamaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
Pada penjelasan di atas menjelaskan bahwa mengapa
kata menjadi tidak baku. Sebuah kata menjadi tidak baku yaitu apabila dalam
penulisan maupun pengucapannya seringkali terjadi penggunaaan kata yang tidak
sesuai menurut KBBI. Kesalahan yang terjadi dapat berupa kesalahan penulisan
atau pengucapan huruf vokal maupun konsonan.
1.2 SARAN
Telah di kemukakan penjelasan mengenai kata baku dan
kata tidak baku, hendaknya orang Indonesia mempelajari dan memahami sebuah
bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kbbi. Mempelajari bahasa bukanlah hal
yang merugikan. Kita mempelajari kata baku dan kata tidak baku juga memiliki
banyak manfaat kata baku misalnya dapat kita gunakan dalam acara – acara resmi,
kata tidak baku di gunakan dalam bahasa sehari- hari. Kata baku dan kata tidak
baku di pelajarai agar kita dapat berbahasa dengan baik dan memiliki
pengetahuan mengenai bahasa Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar