Jumat, 04 November 2016

sejarah linguistik



NAMA                           : SANIA PARADILA
NIM                               :1610116120015



A.    Sejarah linguistik

1.      Perkembangan linguistic periode awal
Zaman india

 Bahasa dipelajari orang untuk tujuan ritual, artinya bahasa atau bunyi-bunyi bahasa (Sanskerta) dipelajari dengan seksama bukan untuk mengetahui hakikat bahasa, tetapi agar dapat mengucapkan doa-doa  dalam buku-buku weda secara lebih baik sehingga permintaan terhadap dewa akan terkabul.
Pada masa ini (th 400 SM) telah disusun secara lengkap buku tata bahasa Sanskerta oleh Panini, seorang sarjana Hindu, yang prinsip-prinsip dan gagasan-gagasannya masih dipakai dalam linguistik moderen.
zaman yunani
zaman romawi
zaman pertengahan
zaman renaisans
 

2.      perkembangan linguistik pada periode perkembangan
Abad ke-18 dan abad ke-19 dapat dikatakan bahwa tidak ada perkembangan ilmu bahasa yang perlu diperhatikan karna seluruh waktu tidak lain berkuasanya ilmu bahasa klasik, normatif, bahasa perskriptif. Kemudian pengumpulan bahasa dari berbagai daerah dan negeri menjadi suatu percobaan dan terkenalah dalam hal ini pengumpulan P.S. Fallas, yang berhasil mengumpulkan contoh dari 200 bahasa Eropa dan Asia(1786-1787).
Lorenzo Hervas Y. Panduro mengumpulkan contoh 300 bahasa Eropa, Asia, dan Amerika(1800-1805). Orang ketiga yang terkenal oleh pengumpulan semacam ini adalah Johann Chripstoph Adelung dengan pengumpulannya diberi nama Mithriadates(1806-1817). Orang tergila-gila dengan perbandingan bahasa, sarjana-sarjana Eropa mempelajari bahasa Sangsekerta dan membandingkannya dengan bahasa Latin, Yunani kuno, dengan bahasa-bahasa eropa lain. Ahli-ahli seperti Scheigel, Frans Bopp, dan Rasmus Bask menuliskan pertama kali perbandingan bahasa sansekerta dengan bahasa Latin, Yunani kuno, dan bahasa lain.
Sarjana Jerman Jacob Ludwig Karl Grimm menuliskan Deuth Grammatic, 1819 (tata bahasa Jermania) yang merupakan karya luar biasa. Di dalam buku Grimm menunjukan persamaan bahasa Jermania oleh persesuaian-persesuaian yang teratur. Persesuaian itu disebabkan oleh terjadinya “Pergeseran bunyi” (Saound Shiff) pada dialek-dialek bahasa induk yaitu bahasa Proto Indo-Eropa, kemudian masing-masing mengikuti perkembangan sendiri-sendiri serta menjadi bahasa-bahasa sendiri.
Akhir abad ke 19 ditandai adanya perkembangan fonetik yang berlebih-lebihan (dibandingkan dengan perkembangan fonetik pada abad ke-20)  karena pada akhir abad ke-19 masih dihinggapi pikiran Griko-latinisme yang bersifat klasik, tradisional, normatif, dan presskriptif.

3.      perkembangan linguistik pada periode pembaharuan
Dimulai setelah perang dunia pertama ilmu bahasa mengalami perubahan. Bunyi bahasa juga dipengaruhi dari buku Ferdinand de Saussure, seorang ahli bahasa, Nikolai S. Trabetakoy (1890-1983), mengadakan penyelidikan mendalam. Bunyi (p) pada awal kata para dengan bunyi-bunyi pada kata tara, cara, kara, bara, dara, jara dan mara, dapat dikatakan bahwa bunyi (p) dalam kara, para mempunyai fungsi membedakan kata.  Bunyi-bunyi semacam ini disebut Fonem. Prinsip-prinsip Madzhab disajikan kepada dunia ilmu bahasa pada Kongres Bahasa pertama di den Haag tahun 1928.
Perkembangan linguistik struktural di Amerika dipelopori oleh Franz Boas, Edward Sapir, dan Leonard Bloomfield. Boas dan Sapir lebih berorientasikan pada Antropologi, sedangkan Bloomfield pada keinginan untuk “mengilmiahkan” linguistik atau bahasa. Tiga ahli bahasa Amerika disebut sebagai pemula kegiatan penyelidikan bahasa sebelum terbitnya sintantic structure ialah Franz Boas, Edward Sapir, dan Leonard Blomfield.
Ahli bahasa di Amerika Serikat banyak bejasa dalam menyebar luaskan prinsip-prinsip dan metode yang dihubungkan dengan nama “strukturalisme Amerika” ialah Leonard Bloomfield (1887-1949). Tahun 1914 Bloomfield menerbitkan buku An Intriduction to Linguistique Science.
Bloomfield menyatakan pandangan, yaitu “rangsangan dan tanggapan” dinyatakan dengan formula( R  t. . .  T. )Suatu rangsangan praktiks (R) menyebab seseorang
Priode pembaruan ditandai dengan ketidak puasan pendekatan tradisional, tokoh-tokoh seperti: NS  Trubetzkoy, Roman Jokobsin, sebagai peletak awal teori struktural, kemudian dilanjutkan oleh ahli-ahli lain Franz Boas, Edward Sapir, Ferdinand de saussure, Kennenth L. Pike, Bloomfield, Hockett, Gleason, Hills, M. Joas, Chomsky, McCawley, Lakoff, Fillmore.

pencemaran udara dan suara



BAB 2
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pencemaran
Pencemaran (polusi) adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahn sehingga keeimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu.
Maka pencemaran dapat diartikan sebagai keberadaan suatu substansi dalam lingkungan yang disebabkan komposisi kimianya atau kuantitas kerusakan proses fungsi-fungsi alam dan hasil lingkungan yang tidak diinginkan yang berdampak pada kesehatan.
1.      Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia
2.       Pencemaran suara
Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang menggangu ketentraman makhluk hidup di sekitarnya. Standar polusi suara tidak dapat ditentukan oleh suatu tertentu, selama dianggap mengganggu, suara tersebut dapat dikategorikan ke dalam polusi suara. Pencemaran suara biasanya diukur dalam suatu desibel.

B.     Macam-macam pencemaran udara dan suara
1.      Macam-macam pencemaran udara
Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu :
a.       Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
b.       Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
2.      Macam-macam pencemaran suara menurut bahan pencemarannya
a.       Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa zat radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen, dan minyak.
b.      Pencemaran biologi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
c.       Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

C.    Jenis-jenis pencemaran udara dan suara
1.      Jenis – Jenis Pencemaran Udara
Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi polusi gs dan partikulat:
   Polusi udara dalam Bentuk Gas
a)      Karbon monoksida (CO)
Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil pembakaran menghasilkan gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berpikir, gerakan otot, gangguan jantung.
b)      Oksida sulfur (Sox) dan Nitrogen Oksida (NOx)
Gas belerang oksida misalnya belerang dioksida (SO2), dihasilkan oleh batu bara, bahan bakar minyak yang mengandung sulfur, pembakaran limbah pertanah, dan proses dalam industri. Dampak: efek iritasi pada saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas
c)      Nitrogen dioksida (NO2),
Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gas-gas ini berasal dari berbagai jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor, peledak, pabrik pupuk. Efek: mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran napas sehingga paru-paru mudah terserang infeksi. Jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa yang bersifat asam, sehingga dapat menimbulkan hujan asam. Hujan asam yang turun bersama hujan akan merusak tumbuhan yaitu dapat menghalangi pengambilan nitrogen, merusak mikroorganisme tanah/air dan mengganggu kehidupan hewan air tawar.
d)     Klorofluokarbon (CFC)
Diantara alat-alat perlengkapan rumah tangga ataupun kantor masih ada yang menggunakan alat pendingin berupa gas CFC seperti  di atmosfer mampu bertahan dalam jangka waktu  es, hair spray, AC dan lain-lain. Gas CFC sukar terurai, di atmosfer CFC mampu bertahan dalam jangka waktu sangat lama. Agar dapat hilang membutuhkan waktu hingga seratus tahun. Gas CFC yang bercampur dengan udara mampu merusak lapisan ozon.
e)      Hidrokarbon Sulfida (H2S)
Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan dari kawah gunung yang masih aktif dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indra penciuman (nervous olfactory).
f)       Amoniak (NH3)
Amoniak berasal dari proses industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak sedap menyengat. Dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, bronchitis, merusak indra penciuman.
Polusi Udara dalam BentukPartikulat
Partikulat (partikel) adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama bahan / bentuk pencemaran lain, macam-macam partikulat:
a)      Aerosol: tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara.
b)      Kabut (fog): aerosol yang berupa butiran air yang berada diudara.
c)      Asap (smoke): campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang diudara.
d)     Debu (dust): aerosol yang berupa butiran melayang diudara karena adanya hembusan angin.
e)      Fume: aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam
f)       Plume: asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri.
g)      Smoge: campuran dari smoke dan fog.

2.      Jenis pencemaran suara
       1. Suara orang berbicara
       2. Suara orang silat lidah
       3. Suara kereta api
       4. Suara mesin motor.
       5. Suara petir
       6. Suara pesawat tinggal landas

D.    Sumber-sumber pencemaran udara dan suara
1)       Sumber Pencemaran Udara
Secara umum, sumber-sumber pencemaran udara ada dua jenis, yaitu
1.      Sumber alamiah
Pencemaran udara yang berasal dari sumber alamiah ini berasal dari kejadian-kejadian atau aktivitas alam yang tidak dapat diduga sebelumnya. Contoh-contoh sumber alamiah, antar lain:
a)      Letusan gunung berapi
b)      Gas beracun akibat gempa bumi
c)      Batuan yang berada di tanah dan mengeluarkan zat radioaktif yaitu radon
d)     Aerosol di lautan
e)      Tanaman (pollen, serbuk sari)
f)       Peluruhan H2S, CO2, dan ammonia
g)      Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi
h)      Petir atau loncatan listrik yang dapat memecahkan molekul (misalnya pemecahan molekul N2 menjadi NO)
i)        Kebakaran hutan (namun kejadian ini dapat dipicu oleh aktivitas manusia)
2.      Sumber buatan manusia
Kegiatan manusia dapat mengubah lingkungan hidup yang antara lain disebabkan oleh perkembangan budaya, penggunaan ilmu dan teknologi, serta diiringi oleh pola konsumsi yang berlebihan. Beberapa aktivitas manusia yang dapat menimbulkan pencemaran udara, antara lain:
a)      Industri (gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya, seperti Chloro Fluoro Carbon)
b)      Kendaraan bermotor
c)      Pembangkit listrik
d)     Asap rokok
e)      Ledakan baik kecelakaan ataupun buatan
f)       Persampahan (dekomposisi, pembakaran sampah domestik, pembakaran sampah komersial)
g)      Permukiman (pembakaran dari perapian dan kompor)
h)      kegiatan pertanian dapat berasal dari pupuk, pembakaran biomassa, sawah tepatnya dari proses perendaman jerami yang mengeluarkan CO2.

2)      Sumber pencemaran suara
a.       Dalam ruangan (contoh: keramaian di dalam kelas)
b.      Dalam bangunan, luar ruangan (contoh: keramaian di selasar ruangn kelas)
c.       Luar bangunan, dalam kawasan (suara kendaraan yang parkir dalam kawasan)
d.      Luar kawasan (suara kendaraan yang lewat di depan bangunan)

E.     Penyebab Pencemaran udara dan suara
1.      Penyebab Pencemaran Udara
Secara alami, udara di atmosfir bumi merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas
oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi komponen gas penyusun atmosfer ini bisa mengalami perubahan akibat polusi udara. Selain itu, beberapa penyebab pencemaran udara juga bisa dijelaskan oleh daftar berikut:
a)      Asap cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
b)      Asap vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
c)      Bahan radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
d)     Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
e)      Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.

2.      Penyebab Pencemaran Suara
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran suara disebut polutan. Syarat-syarat suatu zatdisebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Sifatpolutan adalah:
a)      Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zatlingkungan tidak merusak lagi.
b)      Merusak dalam jangka waktu lama.dalam pencemaran suara, kebisingan yang dialami sehari-hari tanpa sadar merupakan faktorutama terjadinya pencemaran suara.
       Apalagi pada era modern seperti sekarang ini banyak sekali alat - alat yang menggunakan mesin yang berbunyi bising serta penggunaan gadget yang bisa memutarbunyi dengan earphone yang suaranya langsung mengenai gendang telinga tanpa ada perantaramerupakan suatu hal yang beresiko mengakibatkan pencemaran suara.Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang peliharaan, suara AC, televisi, danbanyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suarakendaraan umum yang menderu dan musik yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut,dan pesawat terbang menimbulkan suara mesin yang menderu. Juga di pabrik atau tempat kerjayang memakai kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa. Di hotel, perkantoran, atauapartemen biasanya saluran udaranya mengeluarkan bising.Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan kebisingan yang kekuatannya diukurdengan dB atau desibel adalah1. Orang ribut / silat lidah = 80 dB2. Suara kereta api / krl = 95 dB3. Mesin motor 5 pk = 104 dB4. Suara petir = 120 dB5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

F.     Dampak Pencemaran udara dan Suara
1.      Dampak Pencemaran Udara
a.       Dampak bagi kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
b.      Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
c.       Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
a)      Mempengaruhi kualitas air permukaan
b)      Merusak tanaman
c)      Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
d)     Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.
d.      Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.Dampak dari pemanasan global adalah:
a)      Peningkatan suhu rata-rata bumi
b)      Pencairan es di kutub
c)      Perubahan iklim regional dan global
d)     Perubahan siklus hidup flora dan fauna
e.       Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

2.      Dampak Pencemaran Suara
a.       Gangguan Fisiologis
       Pada awalnya, bising bernada tinggi sangat menganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan efek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak nafas disebabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit.
b.      Gangguan Psikologis
       Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stress, kelelahan, dll.
c.       Gangguan Komunikasi
       Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.
d.      Gangguan Keseimbangan
      Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual. Efek pada pendengaran pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran.

G.    Cara Mengatasi Pencemaran udara dan suara
1.      Cara Mengatasi Pencemaran Udara
Untuk dapat mengatasi pencemaran udara tidak semudah membalikkan telapak tangan jangankan untuk mengatasinya, untuk mengurangi saja manusia itu sendiri enggan melakukan rutinitas ramah lingkungan. Sebagai contoh sudahkah anda selalu membuang sampah pada
tempatnya, sudahkah anda mengolah sampah organik yang anda hasilkkan menjadi pupuk yang dapat berguna atau cnggak mau tau dengan sampah yang anda hasilkan sehingga menimbulkan bau busuk ?
 Sudahkah anda tidak memakai motor yang memiliki emisi gas buang tinggi, dan sudahkah anda tidak merokok, ya manusia itu sendirilah yang sudah merusak alam dan jika alam marah mau menyalahkan siapa. Berikut beberapa solusi sederhana untuk mengurangi terjadinya pencemaran udara :
a)      Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
b)      Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
c)      Menghemat Energi yang digunakan.
d)     Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

2.      Cara Mengatasi Pencemaran Suara
a)      Uji kebisingan kendaraan bermotor
Uji kebisingan kendaraan bertujuan untuk mengurangi pencemaran suara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. penggunaan knalpot yag tepat dan mesin yang terawat juga menentukan tingkat kebisingan yang ditimbulkan suatu kendaraan.
b)      Pengawasan mesin industry
Pengawasan kebisingan melalui pengawasan mesin dilakukan sebagai perlindungan terhadap pendengaran. pengurangan kebisingan pada sumber (mesin) dapat dilakukan, misalnya dengan menempatkan peredaman pada sumber getaran. selain itu perlu dilakukan penelitian dan perencanaan mesin baru yang tidak bising. hal ini sangat tergantung pada permintaan para usahawan sebagai pembeli mesin kepada pembuatnya dengan mengajukan persyaratan kebisingan dari mesin sebelumnya. bukan saja tingkat bahaya yang diperhatikan, tapi juga intensitasnya juga tidak mengganggu daya kerja.
c)      Proteksi dengan sumbat atau tutup telinga dilingkungan pabrik
Tutup telinga biasanya lebih efektif dari pada penyumbatan telinga. alat seperti ini harus dipilih yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Sumbat telinga plastik yang terkadang tidak mudah diterima pemakai, dan sumbat telinga telinga dari lilin dapat emngurangi tingkat kebisingan antara 8-30 dB. pelindung telinga tipe gumpalan kapas dan headphone lebih efektif (pengurangan 20-40dB). Pada umumnya, alat-alat ini dapat mengurangi intensitas kebisingan sekitar 20-25dB. Permasalahan utama pemakai alat proteksi pendengaran adalah mendidik tenaga kerja agar kontinu menggunakanya sumbat telinga harus dipakai bila adanya kebisingan lebih dari 100dB.


BAB 3
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Dari penjelasan yang sudah di paparkan diatas dapat di simpulkan bahwa Pencemaran udara dapat mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia. Sedangkan Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang menggangu ketentraman makhluk hidup di sekitarnya.
Dan penyebab terjadinya pencemaran udara yaitu asap cerobong pabrik, asam vulkanik, bahan  radio aktif, asap pembakaran batu bara dan chloro fiuoro. Penyebab pencemaran lingkungan yaitu polutan.

SARAN
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.

1.      Diharapkan guru dan calon guru atau mahasiswa dapat mempelajari lebih lanjut mengenai pencemaran udara dan suara yang telah dijelaskan di atas sehingga dapat memberikan kesadaran tentang pentingnya memelihara dan menjaga lingkungan guna terciptanya lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan bersih.
2.       Diharapkan pembaca pada khusunya dan masyarakat pada umumnya dapat mempelajari dan mengaplikasikan cara penanggulangan pencemaran udara dan suara yang telah dijelaskan di atas dalam kehidupan sehari-hari.



DAFTAR PUSTAKA