Minggu, 30 Oktober 2016

Tulisan 1



AGAMA
     1.Perbedaan

     Namaku maria. Ia namaku adalah maria nama yang ku dapat dari ayahku. Nama maria biasanya identik dengan agama kristiani. Memang benar aku adalah umat kristiani yang di besarkan dengan agama Kristen. Keluargaku sangat taat terhadap agama terutama agama yang aku anut. Tetapi dalah keluargaku juga ada yang menganut agama berbeda yaitu agama islam. Ya islam ibuku menganut agama islam ibu yang melahirkanku yang menyusuiku dia memiliki perbedaan dari yang lain aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara kakak pertama ku dia juga menganut agama kristiani sama seperti ayahku begitu pula kakak kedua ku dan aku. Hanya ibuku yang memeluk agama berbeda. Bicara mengenai agama. Agama adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang kita yakini dari hati. Ayah ku meyakini agamanya begitu pula ibuku karena cinta mereka dapat bersatu. akupun bingung bagaimana ayah dan ibuku masih bisa bertahan dalam kayakinan yang berbeda dan meiliki 3 orang anak selama 28 tahun pernkahannya, aku sering membaca nover tentang perbedaan agama film yang ku tonton perbedaan agama biasanya membuat mereka menjadi tidak nyaman kisah mereka berakhir sedih sad ending.
 Tapi ayah dan ibuku berbeda mereka dapat mempertahankan cinta mereka dalam perbedaan. Namun ada hal yang aku bingungkan mengapa.. mengapa aku dan kakak-kakak ku memeluk agama yang sama seperti ayahku mengapa tidak salah satu atau dua dari kami memiliki agama yang sama seperti ibuku.
Meskipun dalam perbedaan aku sangat menghormati dan menghargai ibuku, aku sering melihatnya melakukan ritual keagamaannya lima kali dalam sehari berbeda denganku aku melakukan ritual keagamaan ku satu minggu di hari minggu bersama ayahku.
Ibuku menganut agama islam sejak ia lahir ia adalah seorang yang taat terhadap agamanya sangat sangat taat. Begitu pula ayahku.
Ayahku di besarkan dari keluarga keristen karena kakekku ayah dari ayahku dalah seorang pendeta yang namanya sangat terkenl di kalangan Kristen. Mungkin ini yang membuat ayahku kukuh dalam pendiriannya mengenai agamanya, aku sangat  bangga terhadap agamamu tapi aku juga senang melihat dan mendengar kisah-kisah yang seringkali ibu ceritakan kepadaku seperti kisah rasul-rasul dalam agamanya. Aku juga sering melihat dan duduk di samping ibuku yang sedang melakukan ritual keagamaannya. Agama ibuku membuatku penasaran dan rasa ingin tahupun timbul dalam benakku setiap hari, di tambah lagi ibuku selalu menggunakan penutup kepala dan baju jubahnya yang memenuhi tubuhnya bahkan sehelai rambutpun tidak terlihat dari tubuh ibuku terkecuali saat ia berada di kamar.
Sedikit demi sedikit aku mulai menggali informasi mengenai agama yang di anut ibuku, agama yang sangat ketat aturannya bahkan ada juga teroris yang mengatas namakan agama islam yang di anut ibuku, kitab- kitabnya seperti al-quran yang sama sekali aku tidak bisa membacanya.
Aku bahkan mulai tertarik dengan agama yang di anut ibuku ini, aku ingin mempeajarinya karena rasa ingin tahuku ini.
Akupun sempat berfikir ingin pindah agama sama seperti agama yang di anut ibuku, apakah boleh? Apakah ayahku tidak melarang? Apakah aku bisa menjalankan aturan –aturan yang ada pada agama yang di anut ibuku ini? Pertanyaan- pertanyaan yang sering kali muncul di saat aku mulai tertarik terhadap agama islam. Seiring berjalannya waktu aku mulaimenyadari bahwa banyak hal yang membedakan dalam keluarga kami.
Banyak sekali perbedaan di antara kami ayahku  bahkan memperbolehkan aku memakai pkakaian yang aku inginkan mengikuti trend ataupun tidak. Perbedaan bicara mengenai perbedaan di dalam keluarga kami, kami selalu di ajarkan untuk saling menghargai walaupun berbeda di rumah khususnya perbedaan yang sering terjadi yaitu masalah berpakaia yang seperti aku katakana tadi bahwa ibuku sangat tertutup dengan balutan kain sedangkan aku dan kakak – kakaku tidak, dalam hal berbahasa biasanya ibuku mengucapkan salam sedangkan kami hanya sekedar mengucap selamat pagi, aku pulang, selamat sore, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar