AGAMA
1.Perbedaan
Namaku maria. Ia namaku adalah maria nama
yang ku dapat dari ayahku. Nama maria biasanya identik dengan agama kristiani. Memang
benar aku adalah umat kristiani yang di besarkan dengan agama Kristen. Keluargaku
sangat taat terhadap agama terutama agama yang aku anut. Tetapi dalah
keluargaku juga ada yang menganut agama berbeda yaitu agama islam. Ya islam
ibuku menganut agama islam ibu yang melahirkanku yang menyusuiku dia memiliki
perbedaan dari yang lain aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara kakak pertama
ku dia juga menganut agama kristiani sama seperti ayahku begitu pula kakak
kedua ku dan aku. Hanya ibuku yang memeluk agama berbeda. Bicara mengenai
agama. Agama adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang kita yakini dari hati.
Ayah ku meyakini agamanya begitu pula ibuku karena cinta mereka dapat bersatu. akupun
bingung bagaimana ayah dan ibuku masih bisa bertahan dalam kayakinan yang
berbeda dan meiliki 3 orang anak selama 28 tahun pernkahannya, aku sering
membaca nover tentang perbedaan agama film yang ku tonton perbedaan agama
biasanya membuat mereka menjadi tidak nyaman kisah mereka berakhir sedih sad
ending.
Tapi ayah dan ibuku berbeda mereka dapat
mempertahankan cinta mereka dalam perbedaan. Namun ada hal yang aku bingungkan
mengapa.. mengapa aku dan kakak-kakak ku memeluk agama yang sama seperti ayahku
mengapa tidak salah satu atau dua dari kami memiliki agama yang sama seperti
ibuku.
Meskipun
dalam perbedaan aku sangat menghormati dan menghargai ibuku, aku sering
melihatnya melakukan ritual keagamaannya lima kali dalam sehari berbeda
denganku aku melakukan ritual keagamaan ku satu minggu di hari minggu bersama
ayahku.
Ibuku
menganut agama islam sejak ia lahir ia adalah seorang yang taat terhadap
agamanya sangat sangat taat. Begitu pula ayahku.
Ayahku
di besarkan dari keluarga keristen karena kakekku ayah dari ayahku dalah
seorang pendeta yang namanya sangat terkenl di kalangan Kristen. Mungkin ini
yang membuat ayahku kukuh dalam pendiriannya mengenai agamanya, aku sangat bangga terhadap agamamu tapi aku juga senang
melihat dan mendengar kisah-kisah yang seringkali ibu ceritakan kepadaku
seperti kisah rasul-rasul dalam agamanya. Aku juga sering melihat dan duduk di
samping ibuku yang sedang melakukan ritual keagamaannya. Agama ibuku membuatku
penasaran dan rasa ingin tahupun timbul dalam benakku setiap hari, di tambah
lagi ibuku selalu menggunakan penutup kepala dan baju jubahnya yang memenuhi
tubuhnya bahkan sehelai rambutpun tidak terlihat dari tubuh ibuku terkecuali
saat ia berada di kamar.
Sedikit
demi sedikit aku mulai menggali informasi mengenai agama yang di anut ibuku,
agama yang sangat ketat aturannya bahkan ada juga teroris yang mengatas namakan
agama islam yang di anut ibuku, kitab- kitabnya seperti al-quran yang sama
sekali aku tidak bisa membacanya.
Aku
bahkan mulai tertarik dengan agama yang di anut ibuku ini, aku ingin
mempeajarinya karena rasa ingin tahuku ini.
Akupun
sempat berfikir ingin pindah agama sama seperti agama yang di anut ibuku,
apakah boleh? Apakah ayahku tidak melarang? Apakah aku bisa menjalankan aturan –aturan
yang ada pada agama yang di anut ibuku ini? Pertanyaan- pertanyaan yang sering
kali muncul di saat aku mulai tertarik terhadap agama islam. Seiring berjalannya
waktu aku mulaimenyadari bahwa banyak hal yang membedakan dalam keluarga kami.
Banyak
sekali perbedaan di antara kami ayahku
bahkan memperbolehkan aku memakai pkakaian yang aku inginkan mengikuti
trend ataupun tidak. Perbedaan bicara mengenai perbedaan di dalam keluarga
kami, kami selalu di ajarkan untuk saling menghargai walaupun berbeda di rumah
khususnya perbedaan yang sering terjadi yaitu masalah berpakaia yang seperti
aku katakana tadi bahwa ibuku sangat tertutup dengan balutan kain sedangkan aku
dan kakak – kakaku tidak, dalam hal berbahasa biasanya ibuku mengucapkan salam
sedangkan kami hanya sekedar mengucap selamat pagi, aku pulang, selamat sore,
dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar